MAUMERE-TAJUKNTT-Kasus tragis kembali menggegerkan warga Kabupaten Sikka. Seorang pria berinisial A.B. (39), warga Dusun Jedawair, Desa Geliting, Kecamatan Kewapante, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Sabtu, 18 April 2026. Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi akibat penyakit menahun yang tak kunjung sembuh.
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 13.00 Wita oleh seorang pelajar berinisial M.A.N.L. (19). Saksi yang baru pulang sekolah merasa curiga mendengar suara tangisan anak korban dari dalam rumah yang terkunci rapat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saksi kemudian masuk melalui jendela belakang dan mendapati korban dalam kondisi tergantung menggunakan tali nilon di area dapur,” ujar Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga.
Mendengar teriakan saksi, adik korban berinisial S.D. (38) segera datang dan mendobrak pintu belakang untuk memastikan kondisi korban. Namun, korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Pihak Kepolisian Sektor Kewapante bersama Tim Inafis Polres Sikka langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 14.30 Wita. Berdasarkan pendalaman informasi dari pihak keluarga, diketahui bahwa faktor kesehatan menjadi latar belakang utama kejadian ini.
“Korban diketahui telah lama menderita sakit dan beberapa kali menjalani perawatan medis. Kondisi kesehatan yang menahun tersebut diduga kuat memengaruhi kondisi psikologis atau menyebabkan depresi pada korban,” tambah Ipda Leopardus.
Saat kejadian berlangsung, istri korban diketahui sedang berada di wilayah Kecamatan Waigete. Kepergian korban meninggalkan duka mendalam bagi istri dan kedua anaknya.
Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka secara resmi menolak untuk dilakukan tindakan visum maupun autopsi. Setelah dilakukan pemeriksaan medis di Rumah Sakit St. Gabriel Kewapante, jenazah korban kini telah disemayamkan di rumah duka di Desa Geliting.
Peristiwa pilu ini menjadi catatan bagi masyarakat di Kabupaten Sikka akan pentingnya memberikan pendampingan psikologis ekstra bagi anggota keluarga yang sedang berjuang melawan penyakit kronis atau menahun.
Catatan: Jika Anda atau kerabat mengalami tekanan mental atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional di puskesmas atau rumah sakit terdekat.









