MAUMERE-Sebanyak 23 atlet Taekwondo dari Dojang Adhyaksa Sikka, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), siap ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Danrem 052/Wijayakrama Tahun 2026 di Jakarta.
Keikutsertaan puluhan atlet asal Sikka ini menjadi kesempatan penting bagi para atlet untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding pada level nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejurnas yang diselenggarakan pada 21-23 Agustus 2026 di Indoor Stadion, Tanggerang ini mempertemukan atlet dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk kalangan pelajar, mahasiswa, serta anggota TNI dan Polri.
Kontingen Dojang Adhyaksa Sikka berjumlah 27 orang. Dari jumlah tersebut, 23 orang merupakan atlet, dua orang pelatih, satu orang pendamping kontingen, serta dipimpin oleh penanggung jawab kontingen.
Ke-23 atlet akan turun dalam sejumlah nomor pertandingan, baik kategori kyorugi maupun poomsae.
Penanggung jawab kontingen Dojang Adhyaksa Sikka, Sandry Parera, mengatakan keikutsertaan dalam Kejurnas Danrem 052/Wijayakrama menjadi langkah penting bagi para atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding menghadapi atlet-atlet dari berbagai daerah.
Menurutnya, pengalaman bertanding di tingkat nasional akan menjadi modal bagi atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mental bertanding.
“Keikutsertaan di Kejurnas ini menjadi langkah penting bagi anak-anak untuk menambah pengalaman bertanding di tingkat nasional,” ujarnya.
Sandry juga berharap dukungan dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Sikka, KONI Sikka, dan Forkopimda, agar pembinaan olahraga Taekwondo di Kabupaten Sikka dapat terus berkembang.
Ia menilai dukungan tersebut penting karena keberangkatan atlet menuju ajang nasional membutuhkan persiapan dan pembiayaan yang tidak sedikit.
“Harapan kami Pemda Sikka, KONI Sikka, dan Forkopimda dapat memberikan dukungan kepada anak-anak kami,” katanya.
Ia optimistis 23 atlet yang dibawa ke Jakarta mampu memberikan penampilan terbaik dan menjaga nama baik Kabupaten Sikka serta NTT.
“Saya optimis, anak-anak mampu berjuang maksimal membawa nama baik Nian Tanah Sikka dan NTT di kancah nasional,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan media ini, Kontingen Dojang Adhyaksa Sikka resmi dilepas oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sikka, Armadha Tangdibali, S.H., M.H., di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sikka, Jumat (7/8/2026) pagi.
Prosesi pelepasan tersebut dihadiri jajaran Kejari Sikka, para pelatih, atlet, serta orang tua atlet.
Dalam sambutannya, Kajari Sikka Armadha Tangdibali menyampaikan kebanggaannya karena 23 atlet asal Kabupaten Sikka mendapat kesempatan tampil dalam ajang Taekwondo tingkat nasional.
Menurutnya, keikutsertaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga atlet, tetapi juga masyarakat Kabupaten Sikka.
“Suatu kebanggaan bahwa anak-anak kita dari Maumere ini bisa ikut di event nasional. Belum tentu di daerah lain ada yang ikut. Suatu kebanggaan juga bagi kami di Kejaksaan Negeri Sikka bahwa adik-adik kita selama ini latihan di Kejaksaan,” kata Armadha.
Ia mengakui fasilitas latihan yang tersedia di Kejaksaan Negeri Sikka masih terbatas. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan.
“Walaupun kami sebatas menyiapkan tempat yang masih kurang representatif, tetapi kita wajib bersyukur karena adanya kemauan adik-adik ini untuk bisa lebih maju,” ujarnya.
Armadha juga memberikan apresiasi kepada para pelatih dan orang tua atlet yang telah memberikan dukungan, termasuk dalam membantu memenuhi kebutuhan keberangkatan kontingen menuju Jakarta.
“Saya paham betul keluh kesah pelatih. Luar biasa perjuangannya ke sana kemari terkait pendanaan. Dengan segala keterbatasan yang ada, akhirnya anak-anak ini bisa berangkat. Ini patut diapresiasi dan kita dukung bersama,” katanya.
Ia berharap Kejurnas tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi para atlet dalam membangun mental, disiplin, dan sportivitas.
Armadha bahkan berharap para atlet Dojang Adhyaksa Sikka mampu berkembang hingga menembus level yang lebih tinggi dan suatu saat dapat memperkuat Indonesia di ajang internasional.
“Mudah-mudahan adik-adik ini bukan cuma mewakili Kabupaten Sikka atau Provinsi Nusa Tenggara Timur, tetapi suatu saat bisa mewakili Negara Republik Indonesia di event internasional. Yang bangga bukan hanya orang tua, tetapi seluruh masyarakat NTT,” tuturnya.
Kepada para atlet yang akan bertanding, Armadha berpesan agar menjaga kesehatan, disiplin, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti pertandingan.
“Berjuanglah semaksimal mungkin. Bawa nama Maumere, bawa nama Sikka di Jakarta. Tunjukkan bahwa Sikka mampu melahirkan bibit-bibit atlet Taekwondo yang mumpuni. Prestasi itulah yang akan membawa masa depan kalian lebih baik,” pesannya.









