
Sikka-Minuman alkohol tradisional khas Kabupaten Sikka, moke, kini resmi melangkah ke pentas nasional dengan wajah baru melalui produk BM Moke.
Pelepasan perdana produk tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, pada Sabtu (16/8/2025) siang, di pabrik BM Moke, Jalan Don Sipli, Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati Juventus menegaskan bahwa kehadiran BM Moke merupakan simbol kebangkitan kearifan lokal Sikka yang dikemas modern untuk bersaing di pasar nasional.
“Sore hari ini saya diundang untuk hadir dalam pelepasan perdana produk BM Moke dimana ada pula owner Joni Huang bersama ibu dan perwakilan dari Bea Cukai Labuan Bajo. Ini merupakan produk lokal yang kita harapkan setelah diluncurkan bisa diterima masyarakat,” ujar Bupati Juventus.
Ia menambahkan, produk BM Moke telah memiliki izin resmi dari Badan POM serta cukai alkohol dari pemerintah.
“Semoga ini bisa diterima di masyarakat, baik skala lokal, nasional, bahkan internasional. Produk ini tentu mendorong perekonomian masyarakat, berdampak baik bagi petani nira kita, juga bagi adik-adik kita yang bekerja di pabrik ini,” ungkapnya.
Bupati Juventus berharap BM Moke dapat menjadi produk kebanggaan Sikka yang menembus pasar internasional.
“Selamat menikmati BM Moke, semoga diterima di masyarakat Sikka, NTT, dan nasional. Hari ini kita membuktikan bahwa kearifan lokal tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan bersaing di luar daerah. BM Moke adalah kebanggaan kita bersama,” tegasnya.
Prosesi pelepasan produk dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sikka bersama Pelaksana Seksi Kepabeanan dan Cukai Kantor Bea Cukai Labuan Bajo, Hafiz Hidayat, Owner CV The Bottle, Joni Huang, serta perwakilan karyawan.

Sebagai tanda pelepasan, Bupati Juventus bersama owner CV The Bottle dan pihak Bea Cukai Labuan Bajo berpose dengan produk BM Moke dalam kemasan botol 360 mililiter.
Produk BM Moke diproduksi oleh CV The Bottle, sebuah perusahaan lokal di Maumere. Minuman ini dikategorikan sebagai minuman beralkohol golongan C dengan kadar alkohol 40 persen.
Owner CV The Bottle, Joni Huang, menceritakan motivasi di balik produksi BM Moke.
“Saat pindah ke Sikka, saya melihat ada potensi besar karena petani setiap hari memproduksi nira dan menyulingnya menjadi moke. Karena saya juga menjual produk-produk alkohol, saya terdorong memproduksi moke dalam skala industri agar bisa bersaing nasional,” jelasnya.
Ia menyebut, perjalanan mewujudkan BM Moke bukan hal mudah.
“Hari ini dengan upaya lebih kurang 11 tahun mengurus perizinan, akhirnya kami bisa mendorong produk moke ke tingkat nasional. Minuman tradisional ini adalah warisan leluhur turun temurun yang kini punya kesempatan diperkenalkan secara luas, bahkan diekspor. Sehingga bisa bersaing dengan produk-produk lainnya,” ungkap Joni.
BM Moke saat ini diproduksi dalam botol berisi 360 mililiter dengan kadar alkohol 40 persen. Bahan bakunya berasal dari hasil sulingan nira pohon lontar yang banyak tumbuh di Kabupaten Sikka.
Manajemen BM Moke berharap produk ini tidak hanya memberi nilai tambah ekonomi, tetapi juga mengangkat citra budaya lokal Sikka dan Flores ke panggung nasional maupun internasional.










