Sikka,NTT 25 September 2025– Pembangunan rabat jalan dari SD Tanah Mera menuju Patung Bunda Maria di Desa Bangkoor, Dusun Nebe A, Kecamatan Talibura mulai dikerjakan. Proyek ini bersumber dari APBD Kabupaten Sikka tahun 2025, hasil usulan pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Sikka dari Fraksi Partai Golkar, Fransiskus Siku Parera atau yang akrab disapa Mo’at Pang.
Jalan sepanjang rute itu memiliki nilai penting, tidak hanya sebagai akses pendidikan bagi anak sekolah, tetapi juga jalur menuju gua Maria tempat ziarah umat Katolik. Selama ini, warga setempat kerap mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan sulit dilalui saat musim hujan.
“Kita ini dipilih oleh rakyat, maka kita harus berjuang untuk kebutuhan rakyat. Mereka butuh akses jalan, oleh karena itu pada saat saya reses ada usulan untuk rabat jalan dari SD Tanah Merah menuju gua Maria tempat ziarah, dan hari ini rabat itu dikerjakan,” ujar Mo’at Pang saat meninjau pekerjaan, Kamis (25/09).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Politisi Golkar itu menekankan pentingnya kualitas pekerjaan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Sebagai anggota DPRD Sikka saya berharap kepada kontraktor untuk jaga kualitas pekerjaan. Jangan sampai kerja hari ini, enam bulan kemudian sudah rusak,” tegasnya.
Aspirasi Warga yang Terjawab
Warga Desa Bangkoor menyambut gembira realisasi proyek tersebut. Menurut mereka, jalan itu akan mempermudah mobilitas, baik menuju sekolah maupun ke lokasi rohani di gua Maria yang kerap menjadi pusat kegiatan keagamaan.
“Kalau sudah bagus, kami tidak lagi harus susah payah jalan kaki jauh atau terhambat saat hujan. Terima kasih sudah dengar suara kami,” ungkap seorang warga yang ditemui di lokasi.
Simbol Perhatian DPRD pada Akar Rumput
Rabat jalan ini menjadi bukti bahwa usulan warga yang disampaikan saat reses DPRD benar-benar diakomodasi dalam kebijakan pembangunan daerah. Mo’at Pang menegaskan, setiap anggota dewan harus mendengar langsung suara rakyat di lapangan, bukan hanya bicara di ruang sidang.
Dengan terealisasinya pembangunan ini, ia berharap semangat gotong royong warga tetap terjaga, sekaligus menjadikan jalan tersebut sebagai jalur penghubung antara pendidikan, ekonomi, dan spiritualitas masyarakat Talibura.
Penulis : Wiliam
Editor : Wiliam
Sumber Berita : rilis










