Tiga Dokter Bedah Plastik dari Tiga RS Besar Turun di Sikka, Tangani 26 Pasien Bibir Sumbing dalam Baksos di RS Santa Elisabeth Lela

- Reporter

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketiga dokter tersebut adalah Dr. dr. Parintosa Atmodiwirjo, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O.(K) dari RS Persahabatan Jakarta; dr. Erythrina Permata Sari, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O.(K) dari RSCM Jakarta; dan dr. Williams Imanuel Mesang, Sp.B.P.R.E., M.Ked.Klin dari RS Ben Boi Kupang.

Ketiga dokter tersebut adalah Dr. dr. Parintosa Atmodiwirjo, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O.(K) dari RS Persahabatan Jakarta; dr. Erythrina Permata Sari, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O.(K) dari RSCM Jakarta; dan dr. Williams Imanuel Mesang, Sp.B.P.R.E., M.Ked.Klin dari RS Ben Boi Kupang.

Tiga dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dari tiga rumah sakit berbeda di Indonesia diturunkan dalam kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lela, Kabupaten Sikka, Jumat (5/12/2025).

Ketiga dokter tersebut adalah Dr. dr. Parintosa Atmodiwirjo, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O.(K) dari RS Persahabatan Jakarta; dr. Erythrina Permata Sari, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O.(K) dari RSCM Jakarta; dan dr. Williams Imanuel Mesang, Sp.B.P.R.E., M.Ked.Klin dari RS Ben Boi Kupang.

Keterlibatan tiga dokter spesialis dari pusat ini menjadi perhatian karena memberikan kesempatan langka bagi masyarakat di Flores dan sekitarnya untuk mendapatkan layanan bedah plastik rekonstruksi secara gratis dan dengan standar tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bakti sosial ini terlaksana melalui kerja sama Yayasan Permata Sari, Yayasan Santa Elisabeth Lela, Koperasi Swasti Sari, dan Pemda Sikka. Sebanyak 26 pasien dari Kabupaten Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Flores Timur, hingga Lembata menjalani proses skrining dan operasi selama kegiatan berlangsung pada 4–6 Desember 2025.

Dilandasi Alasan Medis, Sosial, dan Kemanusiaan

Dalam sambutannya, Kepala RS Santa Elisabeth Lela, dr. Bernadina Sada Nenu, menegaskan bahwa operasi bibir sumbing dan celah langit-langit tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga menyangkut fungsi vital tubuh.

“Perbaikan bibir sumbing dan langit-langit memerlukan langkah medis yang tepat karena berdampak pada kemampuan makan, menelan, berbicara, hingga risiko gangguan pendengaran. Ini bukan hanya soal penampilan, tetapi soal kualitas hidup,” kata Bernadina.

Dari sisi sosial dan psikologis, penderita bibir sumbing, terutama anak-anak dan remaja, kerap mengalami tekanan mental, rendah diri, hingga isolasi sosial. Melalui operasi ini, pasien mendapatkan peluang untuk membangun kembali rasa percaya diri dan diterima lebih baik di lingkungan sekitar.

Bernadina juga menekankan pentingnya aspek kemanusiaan. Banyak keluarga tidak mampu mengakses operasi semacam ini karena biaya yang tinggi dan keterbatasan dokter spesialis di daerah. Kehadiran para dokter dan lembaga mitra membuat layanan medis tersebut dapat dijangkau masyarakat pelosok tanpa biaya.

Operasi untuk Mengembalikan Fungsi dan Masa Depan Anak

Bakti sosial ini bertujuan memperbaiki fungsi organ tubuh pasien, memulihkan kemampuan makan, minum, berbicara, dan mendengar, serta memperbaiki tampilan fisik agar anak-anak dapat bersekolah dan bersosialisasi tanpa rasa malu.

“Harapan kami sederhana namun penting: mereka bisa tumbuh sehat, percaya diri, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Bernadina.

Meski begitu, pihak rumah sakit mengingatkan bahwa beberapa pasien mungkin tetap memerlukan terapi wicara lanjutan agar hasil operasi lebih optimal.

Didukung Tiga Lembaga Utama

Pendanaan kegiatan berasal dari:

1. Yayasan Permata Sari

2. Kopdit Swasti Sari

3. RS Santa Elisabeth Lela

Bantuan ini mengurangi beban biaya bagi keluarga kurang mampu, sekaligus menghadirkan layanan kesehatan berkualitas di wilayah yang terbatas fasilitas spesialistiknya.

Harapan: Pemulihan Fungsi dan Hidup yang Lebih Baik

Melalui program ini, rumah sakit menargetkan seluruh pasien dapat memperoleh pemulihan yang signifikan. Selain fungsi dasar tubuh yang kembali normal, operasi juga diharapkan dapat mencegah sejumlah komplikasi lain seperti gangguan gigi, infeksi telinga, dan hambatan tumbuh kembang.

Bakti sosial ini tidak hanya memulihkan senyum para pasien kecil di Flores, tetapi juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga mampu membuka akses layanan kesehatan yang layak bagi masyarakat di daerah terpencil.

Komentar FB

Penulis : Reporter: Tim Redaksi tajukntt.id

Editor : Wiliam

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“BPJS Gandeng Jaksa Agung, Ada Apa dengan JKN?”
BPJS Kesehatan–Gojek Kolaborasi, Pastikan Mitra Terlindungi JKN
BPJS Kesehatan Kukuhkan Duta Muda 2025: Generasi Penggerak Literasi JKN di Era Digital
BPJS Kesehatan Raih Dua Penghargaan di Indonesia Technology Excellence Awards 2025
Satu-Satunya Dari NTT Bapperida Kabupaten Sikka Raih Penghargaan Nasional dari BRIN
110 Perusahaan Raih Satya JKN Award 2025, BPJS Kesehatan: Kepatuhan Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Tanggung Jawab Moral
Presiden Prabowo Tegaskan Meritokrasi Jadi Landasan Pembinaan Kepemimpinan TNI di HUT ke-80
“HEBOH! Ulat Nongol di Nasi Program MBG di Maumere, Siswa Auto Jijik!” Penyedia Bantah
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:43 WITA

“BPJS Gandeng Jaksa Agung, Ada Apa dengan JKN?”

Senin, 12 Januari 2026 - 07:18 WITA

BPJS Kesehatan–Gojek Kolaborasi, Pastikan Mitra Terlindungi JKN

Jumat, 5 Desember 2025 - 07:11 WITA

Tiga Dokter Bedah Plastik dari Tiga RS Besar Turun di Sikka, Tangani 26 Pasien Bibir Sumbing dalam Baksos di RS Santa Elisabeth Lela

Kamis, 20 November 2025 - 02:33 WITA

BPJS Kesehatan Kukuhkan Duta Muda 2025: Generasi Penggerak Literasi JKN di Era Digital

Kamis, 23 Oktober 2025 - 02:53 WITA

BPJS Kesehatan Raih Dua Penghargaan di Indonesia Technology Excellence Awards 2025

Berita Terbaru

Lembaga pengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini resmi menggandeng Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung RI untuk memperkuat penanganan berbagai persoalan hukum dalam penyelenggaraan JKN. (12/012026)

Nasional

“BPJS Gandeng Jaksa Agung, Ada Apa dengan JKN?”

Selasa, 13 Jan 2026 - 11:43 WITA