Keluarga Korban Desak Polda NTT Awasi Kasus Pembunuhan dan Persetubuhan Anak di Desa Rubit, Curigai Ada Pelaku Lain

- Reporter

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan keluarga korban, Fabianus.

Perwakilan keluarga korban, Fabianus.

Perwakilan keluarga korban, Fabianus.

MAUMERE-TAJUKNTT-Pihak keluarga korban kasus dugaan persetubuhan dan penganiayaan maut yang menimpa remaja berinisial STN di Desa Rubit menyatakan mosi tidak percaya terhadap kinerja Polres Sikka. Keluarga mendesak Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) hingga Mabes Polri untuk turun tangan melakukan supervisi atas penyidikan yang dinilai janggal dan terburu-buru.

Kekecewaan ini memuncak setelah Polres Sikka resmi menetapkan seorang remaja berinisial FRG (16) sebagai tersangka tunggal pada Jumat malam (27/2/2026). Penetapan tersebut dilakukan sesaat setelah keluarga mendatangi Mapolres Sikka menyusul kabar kaburnya saksi kunci sekaligus terduga pelaku lainnya berinisial SG saat dalam pengawasan petugas.

Perwakilan keluarga korban, Fabianus, menilai langkah penyidik menetapkan FRG sebagai tersangka merupakan upaya “kejar tayang” untuk meredam isu kaburnya SG. Menurutnya, penetapan ini dilakukan padahal proses pemeriksaan terhadap SG belum tuntas karena yang bersangkutan sempat jatuh pingsan dan dilarikan ke RS TC Hillers sebelum akhirnya dilaporkan melarikan diri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menganggap ini keputusan yang sangat terburu-buru. Bagaimana mungkin sudah ada tersangka sementara proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap saksi kunci saja belum selesai? BAP saja belum kelar, kok tiba-tiba sudah ada tersangka?” ujar Fabianus dengan nada bingung.

Selain masalah prosedur BAP, keluarga secara tegas meragukan jika aksi biadab yang merenggut nyawa STN tersebut hanya dilakukan oleh satu orang. Berdasarkan fakta di lokasi kejadian, keluarga meyakini ada keterlibatan pihak lain yang belum tersentuh hukum.

“Bagi kami, sangat tidak masuk akal jika ini dilakukan sendirian. Asumsi kami, pasti ada lebih dari satu pelaku. Menetapkan satu tersangka tunggal dalam situasi ini terasa mustahil bagi kami,” tegas Fabianus.

Ketidakpuasan terhadap profesionalisme Polres Sikka membuat keluarga menuntut transparansi tingkat tinggi. Mereka khawatir penyidikan yang dianggap “prematur” ini justru akan mengaburkan fakta sebenarnya dan membiarkan pelaku lain melenggang bebas.

“Kami meminta Polda NTT dan Mabes Polri memantau langsung kasus ini agar penyidikan lebih mendalam dan objektif dalam menggali keterlibatan saksi SG. Ini menjadi catatan bagi Polres Sikka untuk lebih profesional lagi,” pungkasnya.

 

Komentar FB

Follow WhatsApp Channel tajukntt.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Kota Maumere yang Tinggal Sendirian Ditemukan Membusuk di Dalam Rumahnya, Diduga Akibat Sakit Komplikasi
Berkas Kasus Pembunuhan Pelajar SMP di Desa Rubit Dinyatakan P-21 oleh Kejaksaan Negeri Sikka
Lanjutan Praperadilan Dugaan TPPO Eltras Pub; Replik Pemohon Ungkap Soal Cacat Bernalar Hingga Bukti Kasbon 13 LC “Hilang”
Guru PPPK di Sikka Ditemukan Meninggal Dunia, Sempat Diskorsing dari Sekolah
Termohon Minta Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Eltras Pub & Karaoke
Pengungkapan Waktu Kematian Anak Korban STN Sangat Krusial, Tim Kuasa Hukum Minta Polres Sikka Libatkan Dokter Forensik dan Patologi Forensik
Praperadilan TPPO Eltras Pub, Kuasa Hukum Minta Hakim Batalkan Penetapan Tersangka
Seorang Guru SMP di Sikka Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri Usai Pulang dari Kupang
Berita ini 398 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:08 WITA

Warga Kota Maumere yang Tinggal Sendirian Ditemukan Membusuk di Dalam Rumahnya, Diduga Akibat Sakit Komplikasi

Jumat, 17 April 2026 - 13:33 WITA

Berkas Kasus Pembunuhan Pelajar SMP di Desa Rubit Dinyatakan P-21 oleh Kejaksaan Negeri Sikka

Rabu, 15 April 2026 - 07:53 WITA

Lanjutan Praperadilan Dugaan TPPO Eltras Pub; Replik Pemohon Ungkap Soal Cacat Bernalar Hingga Bukti Kasbon 13 LC “Hilang”

Rabu, 15 April 2026 - 05:35 WITA

Guru PPPK di Sikka Ditemukan Meninggal Dunia, Sempat Diskorsing dari Sekolah

Rabu, 15 April 2026 - 00:42 WITA

Termohon Minta Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Eltras Pub & Karaoke

Berita Terbaru