MAUMERE-TAJUKNTT-Pelaksanaan rekonstruksi kasus pembunuhan pelajar SMP di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, pada Rabu (1/4/2026) berlangsung molor dari jadwal semula. Rekonstruksi yang semula dijadwalkan pukul 09.00 WITA hingga pukul 12.30 WITA belum dimulai.
Rencananya rekonstruksi akan berlangsung di rumah anak tersangka FRG (16) dan SG (44) di Kampung Woloklereng, Dusun Woloklereng, Desa Rubit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski terjadi pergeseran waktu, antusiasme warga tidak surut. Mereka tetap bertahan di lokasi untuk menyaksikan langsung proses reka ulang adegan tersebut.
Pantauan di lapangan, cuaca mendung dan hujan rintik sempat mengguyur area rekonstruksi. Namun, kondisi cuaca tidak menghalangi warga dari berbagai desa untuk terus memadati sekitar TKP.

Kepala Desa Rubit, Polikarpus Heret, mengimbau masyarakat yang hadir agar tetap menjaga ketertiban selama proses rekonstruksi berlangsung.
Ia meminta warga tidak terpancing emosi dan tetap menghormati jalannya proses hukum yang sedang dilakukan oleh aparat kepolisian. Sementara itu, aparat keamanan tampak bersiaga di lokasi.
“Kami sudah melaksanakan pendekatan dengan kepolisian bahwa kita boleh mengikuti kegiatan yang ada dengan catatan sanggup menjaga kondisi yang aman di lokasi,” ungkapnya.
Untuk diketahui, rekonstruksi ini merupakan bagian penting dalam proses penyidikan guna memperjelas rangkaian peristiwa serta menguji kesesuaian antara keterangan para tersangka dengan fakta di lapangan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula saat korban STN dilaporkan hilang oleh keluarganya pada Jumat (20/2/2026). Tiga hari kemudian, Senin (23/2/2026), jasad korban ditemukan di aliran kali di Desa Rubit, Kabupaten Sikka pada 23 Februari 2026.










