TajukNTT.ID – Maumere — Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2024–2029, Petrus Robi Tulus, menyatakan dukungan penuh terhadap kehadiran NTT Mart by Dekranasda Sikka sebagai ruang strategis bagi penguatan Industri Kecil Menengah (IKM) dan UMKM lokal. Pernyataan itu disampaikan Petrus saat ditemui di NTT Mart usai peluncuran resmi bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Minggu, 14 Desember 2024.
Didampingi Anton Mahemba, Anggota DPRD Provinsi NTT sekaligus Sekretaris Fraksi Golkar NTT dan anggota Komisi IV Bidang Pembangunan, Petrus menegaskan pentingnya keberpihakan nyata masyarakat dan aparatur sipil negara terhadap produk lokal.
“Saya menghimbau dan berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sikka, termasuk ASN, agar membeli dan menggunakan produk-produk lokal,” ujar Petrus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, memilih produk lokal bukan sekadar preferensi belanja, tetapi langkah konkret untuk menggerakkan ekonomi daerah. “Tujuannya jelas, agar penghasilan berputar di daerah kita sendiri dan berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sikka,” tegasnya.
Petrus menambahkan, membeli produk dari luar daerah berarti mengalirkan keuntungan ke pihak luar. Sebaliknya, ketika masyarakat membeli produk lokal, manfaat ekonominya akan kembali kepada masyarakat Sikka sendiri. “Ini tentang keberpihakan kita pada daerah yang kita cintai,” katanya.
Ia juga mendorong para pelaku usaha dan pengusaha lokal untuk mengambil peran lebih besar sebagai distributor produk-produk UMKM Sikka. Langkah ini dinilai penting agar usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh dan berkembang dalam skala yang lebih besar.
Sebagai pimpinan DPRD Provinsi NTT, Petrus memastikan dukungan politik dan anggaran bagi penguatan UMKM dan IKM di seluruh wilayah NTT. “Kami di DPRD Provinsi NTT akan mendukung penuh pengembangan IKM dan UMKM melalui kebijakan dan alokasi APBD,” tandasnya.
Kehadiran NTT Mart, menurut Petrus, harus dimaknai sebagai momentum bersama untuk membangun kemandirian ekonomi daerah yang bertumpu pada kekuatan lokal, bukan sekadar proyek seremonial, tetapi gerakan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Penulis : Reporter: Tim Redaksi tajukntt.id
Editor : Wiliam
Sumber Berita : Liputan










